Menu

Upacara Memperingati MBO Sunda Kecil Ke-72 Tahun 2018

Apr
16
2018
by : I Made Sartawan, S.Pd. Posted in : Berita

Partisipasi Siswa – siswi SMK Teknologi Wira Bhakti Dps, dalam upacara memperingatu MBO DPRI Sunda Kecil di Munduk Malang

Tabanan, 16 April 2018 dalam acara memperingati sejarah terbentuknya Markas Besar Umum Dewan Perjuangan Rakyat indonesia (MBO DPRI) Sunda Kecil yang ke 72 di Munduk Malang. Siswa – siswi SMK Teknologi Wira Bhakti Denpasar (yang diwakili Oleh OSIS dan MPK) ikut serta berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Dengan semangat perjuangan Para Pahlawan pada saat membentuk MBO DPRI Sunda Kecil di Munduk Malang, kita sebagai generasi penerus bangsa hendaknya mengucapkan puji syukur dan berterimakasih atas kegigihan pahlawan kita melawan penjajah, yang hasilnya bisa kita nikmati hingga saat ini dengan kemerdekaan.

 

Sejarah Singkat terbentuknya MBO DPRI Sunda Kecil di Munduk Malang

Di tengah-tengah tekanan penjajah jepang yang sangat ganas, rakyat Bali terutama Pemuda menunggu-nunggu dengan gusar berita Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 secara resmi di Jakarta.

Perhubungan darat, laut dan udara antara Bali dan Jakarta pada saat itu sangat sulit, disamping penjajah jepang merahasiakan hal itu, malah jepang merahasiakan kekalahan terhadap seluruh sekutu. Melalui pengumuman, jepang baru menyanpaikan kekalahan terhadap sekutu pada tanggal 21 Maret 1945.

Berita resmi tentang Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 dibawa ke Bali oleh Mr. Puja dari Jakarta melalui jalan darat dan baru sampai Negare Bali, tanggal 23 Agustus 1945. Pemuda Pejuang di Negare sangat gembira menyambut berita resmi itu. Pada tanggal 24 Agustys 1954 pertama kalinya dikibarkan bendera Merah Putih di lapangan umum kota Negare disertai rapat umum yang di pimpin oleh Mr.Puja.

Walaupun jepang telah menyerahkan Pemerintahan Sunda Kecil namun Jepang masih bercokol dan berlagak di Bali sehingga TKR mengadakan kegiatan perebutan senjata Jepang dengan menyerbu tangsi-tangsi Jepang. Namun segalanya gagal karena Jepang telah mencium rencana itu dan bersiap mendahului perebutan senjata itu.

Tanggal 19 Desember 1945 rombongan ekspedisi I Gusti Ngurah Rai bersama dengan I Gusti Putu Wisnu, I Wayan Ledang dan Cokorda Ngurah, berangkat ke Jogjakarta. Sebelum berangkat I Gusti Ngurah Rai membentuk staf Grilya di Bali di bawah pimpinan I Gusti Wayan Debes dan I Made Widja Kusuma, dengan tugas dan tanggung jawab mengkoordinir Perjuangan Grilya di Bali, selama I Gusti Ngurah Rai dengan kawan-kawan sebelum kembali dari Jawa.

Selama I Gusti Ngurah Rai di Jawa, di Bali oleh staf Grilya disempurnakan struktur Perjuangan seperti :

  1. Dimasing-masing Kabupaten dibentuk Markas
  2. Dimasing-masing Destrik dibentuk Markas Cabang disebut Staf
  3. Dimasing-masing desa dibentuk ranting

Setelah I Gusti Ngurah Rai dan kawan-kawan tiba di Bali pada tanggal 4 April 1946 segera bergabung dengan Markas Besar Tabanan, yang berkedudukan di Munduk Malang, Desa Dalang, Kecamatan Selemadeg Timur Tabanan, tanggal 16 November 1945 di Munduk Malang diadakan Rapat yang dihadiri oleh : PRI, PERSINDO, dan Staf Resimen Sunda Kecil, untuk suatu Badan Perjuangan yang dinamai Dewan Perjuangan Rakyat Indonesia Sunda Kecil (DPRI.SK) dengan susunan sebagai berikut :

  1. Pemerintah Umum : I Gusti Ngurah Rai
  2. Kepala Staf : I Gusti Putu Wisnu
  3. Sekretaria : Soebroto Arya Mataram
  4. Pembantu : I Gede Merto
  5. Wakil Kepala Staf : Soebroto Arya Mataram

Peserta Upacara Memperingati MBO DPRI Sunda Kecil Ke-72, 16 April 2018

Terbentuk pula saat itu bagian-bagian lain seperti Bagian Intelegenci Service, Kepala Bagian Siasat, Kepala Bagian Persenjataan, Kepala Bagian PMC, Kepala Bagian Keuangan, dan lain-lain. Pimpinan DPRI adalah Markas Besar Umum (MBO) yang diambil dari militer yaitu I Gusti Ngurah Rai dan dari organisasi Perjuangan adalah I Made Widja Kusuma, dengan pimpinan ini memerintahkan semua pasukan untuk berkumpul di Munduk Malang dengan tujuan menghitung jumlah senjata dan pasukan. Selama Markas Besar Umum (MBO) DPRI berkedudukan di Munduk Malang atas perintah pimpinannya di bentuk Barisan Semadi, Barisan Banteng dan Barisan Kucing Hitam. Penempatan MBO DPRI di Munduk Malang sangat memotivasi rakyat sekitarnya karena mengumpulkan bahan makanan untuk kepentingan pasukan MBO DPRI, membentuk staf ranting di Desa -desa dan membantu memberi propaganda kepada rakyat.
Demikian uraian singkat sejarah berhdirinya MBO DPRI Di Munduk Malang.

Info lainnya Upacara Memperingati MBO Sunda Kecil Ke-72 Tahun 2018

Senin 9 April 2018 | Berita

Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) disebut juga Computer Based Test (CBT) adalah sistem pelaksanaan ujian nasional…

Kamis 19 April 2018 | Berita

Denpasar, Jumat 19 April 2018. Dalam rangka persiapan penerimaan peserta didik baru tahun pelajaran 2018-2019, dan…

Kamis 3 Mei 2018 | Berita

Setiap  tanggal 2 Mei setiap tahunnya telah dilaksanakan peringatan Hari Pendidikan Nasional dimana tanggal tersebut bertepatan dengan…

Minggu 15 April 2018 | Berita

Denpasar, Pada hari sabtu (14 April 2018) siswa siswi SMK Teknologi Wira Bhakti Denpasar yang didampingi…